Friday, 17 August 2012

SUBUH TERAKHIR

Setiap yang telah pergi adalah akan kekal abadi...
mengharap sesuatu yang belum kunjung pasti walau sejuta hati lagi
al-fatihah untuk baba yang telah pergi meninggalkan segalanya genap setahun (26 Ramadhan 2012)

Ramadhan bulan kemulian...segala doa pinta akan dimakbulkan (insyallah)
genap setahun pemergian baba, aku telah menerima satu impaksa yang begitu kejam dalam hidup...
diketemukan dengan seorang yang punyai gaya dan wajah saling tak tumpah walau seinci...
memamng itu bukan hak aku, tapi cukup untuk aku melepaskan rindu menatap wajah arwah...
masih ada sesuatu yang tertunda untuk aku langsaikan untuk baba....
kejayaan aku pada hari ini adalah dari sumber dan dorongan dari dia, tiada balasan untuk aku
lapikkan untuk aku sematkan....

Sunday, 29 July 2012

Bulan Kesedihan

harini genaplah 10 hari umat islam berpuasa di bulan yang dikurniakan selimpahnya keberkatan....
segala kurniaan dengan keberkatan disebalik setiap pengabdian..
kadang-kadang terfikir juga tentang kelibat yang bakal mencabut pinjaman yang telah diberikan..

Bila ada masanya ketawa,
Bila tiada ruangnya sepi,
Jiwa gembira rasa hilang,
Mencari teman sejiwa,
Yang mungkin tiada ganti.

Friday, 20 July 2012

masyghul di keberkatan

Dengn lafaz segala yang esa...izinkan hamba menarikan jemari untuk melakar...

first day ramadhan...saat yang ditunggu oleh setiap insan yang bergelar muslimin..penuh keberkatan dan amal ibadah. Ketahuilah setiap kamu yang diciptakan bersamanya orang yang menyayangi...
hargai dan dakaplah mereka serapi-rapinya...
bila kamu ditinggalkan anggaplah dia hanya cubaan dari yang esa...

Wednesday, 18 July 2012

Salam Terakhir ( untukmu wira sejatiku )

"Sampaikan salam buat semua....salam terakhir salam teristimewa,
kepada kau yang tersayang...pada teman yang ku kenang"...........


kadang kala aku terfikir dibenak milikku sendiri..
bagaimankah hidup aku tanpa kamu...
bagaimanakah perjalananku tanpa bimbingan kamu...
walau aku tahu suatu hari nanti salah seorang dari kita akan pergi tanpa kembali...
pergi dengan langkah tanpa pengembalian...
namun aku harus terima segalanya dengan tangan dan hati yang sangat terbuka...
harus terima segala kelehan kita sebagai manusia.....
benar juga kata pujangga...setiap kelahiran pasti akan tibanya kematian....
walau tembok batu yang aku bina untuk menghalangnya,
tapi percayalah setiap ajal yang pasti adalah miliknya...
kehendaknya tiada yang bisa menghalang atau melarang...

jika hari ini adalah hari terakhir kita...aku mengharapkan segala dosa dan khilaf yang telah aku palitkan
dengan seribu kemaafan sejak aku dilahirkan hingga kehari kematianku...
sesungguhnya aku aku tarikan jemari ini dengan airmata...
aku tahu hanya waktu dan ketika sahaja yang akan mendatang...
datangnya tanpa halangan......sesungguhnya aku hanya mahu kau tahu...
kau adalah wiraku..kau pahlawanku..kau pelindungku..
setiap kudrat yang telah dan akan kau berikan adalah dengan sejuta kasih sayang....
dengan seribu kemanisan pengorbanan...

jika dulu kau pernah hamparkan lenganmu sebagai alas untuk ku lena....
maafkan aku jika aku tidak sempat untuk menggantikan tanganmu itu dengan punyau di hari kematianmu...
maafkan aku jika aku hanya manusia yang tidak bisa memberikan kau kebahagiaan di saat terakhirmu.....
percayalah..antara kasih dan sayang..aku pilih kamu kerana hanya kamu bisa memberikan aku kedua-duanya.....kebahagiaan aku hanya dengan senyumanmu...dengan gelak tawamu.....
percayalah aku tidak akan bisa berdiri tanpa perit jerihmu.....
kau hanya satu..tiada yang kedua atau ketiga......kau penawar segala suka...penawar segala duka....
dimanakan ku cari ganti serupa denganmu.......

hanya kamu heroku..pahlawanku..terima kasih atas segalanya......terima kasih atas penatmu jika aku tidak bisa membahagiakanmu...setiap hari hanya kamu dihatiku....terima kasih untuk kejayaanku...
kau segalanya....kini aku berdiri atas kudratmu..aku berdiri atas telapakmu.....hasil perih dan jerih usahamu...

Tuesday, 17 July 2012

Zaman Burung Besi

hidupan besimu datang memburu aku,
burungan batu melemparkan tangisan kepadaku......
hidangan yang kamu hidangkan dari jasad bangsa kami...
sesungguhnya mereka memang celaka...
kembalikan ibunda kami..
kembalikan kegembiraan kami.......
berikan kami keamanan.
yang kami impikan........
kami tak akan jatuh dibumi kami sendiri

Masyarakat Hipokritastis

aku sedar dari kematian...
kemana hilang budaya?
di culik piring terbang atau ditelan buaya.....
tiada ruang tiada peluang, semua mahu gila kuasa...
aku pejam dalam kelam...kenapa gadai pusaka,
sebab cinta atau wang atau sebab kurang peka...
ikut telunjuk bayang2 akhirnya hati terluka.....
lepaskan aku lari dari bukit konkrit....bebaskan aku dari masyarakat hipokrit.....................
biarkan aku pergi, ditelan, dimakan batu belah batu konkrit

Berfikir Untuk Kemana

perajurit raksasa akan muncul....
jangan jadi bacul......
tunjuk tulisan......bukan alasan,
fajar kian merah......
warna dah bertukar cerah.....
hujan bukan lagi basah....
keris dah jadi perhiasan...
otak membuka kebodohan..
selamat datang masa kegemilangan...
plastik bukan lagi buangan....
kaca tidak lagi tajam...
bekas penghuni syurga kian malas....
terbang untuk ke tandas.........
ZAMAN DAH BERUBAH, OTAK SUDAH JADI KERTAS

Kita Hanya Dicipta

Oh bekas penghuni syurga...
Mana darah yang kau kata pembela?
Mana kata yang kau anggap pejuang?
Aku kertas, kau jua kertas...
Masing dari galur yg sama....
Aku dikata gilakann kuasa, mahu merampas apa ditakhta..........
Aku di ugut kau meragut......
Oh tuhan kenapa aku hidup dalam masyarakat hipokrit? Depan menari belakang diludahi.............
Mungkin mereka sudah menjadi khazanah........aku hanya pembaca buku sejarah.....

Pencipta Yang Kedua

Jika hari yang lapuk kita berbicara tentang dosa....lusa mungkin kita bisa bertutur bahasa bapa manusia.........
Tapi....Mungkin esoknya kita tiada lagi di dunia......hargai setiap titip sayang yang mereka campakkan.................
Dalam bebelan itu kata manja darinya...........

Monday, 16 July 2012

Teman Pengganti

lagu ini cukup memberikan seribu makna untuk perjalanan kehidupan aku..
sepanjang jalan ku lalui amat sukar tanpa mu....
kini ramadhan dah nk datang balik...masuk tahun ni merupakan tahun kedua aku sambut kedatangan Ramadhan tanpa kamu disisi.......kini aku mula boleh melupakan kamu walau aku tahu itu merupakan suatu yang sukar untuk aku lakukan..setiap waktu setiap detik yang telah kita isi bersama...
suka dan duka yang telah kita lalui cukup memberikan makna yang amat mendalam untuk aku..
setiap kejayaan yang aku kecapi sekarang adalah dari inspirasi kamu..dari dorongan kamu wahai insan teristimewa.......kau "sahabat" kau temanku sepanjang hidup.....walau kini kau telah tiada disisi...
melihat kejayaan aku..aku pasrah untukmu betemu kekasih yang paling abadi....
kerana setiap wujud hanya sementara....kerana setiap kenangan hanya akan terus tinggal kenangan...
kau dalam pengabadianku...kau dalam memoriku.....kau dalam sanubariku.....
sesungguhnya pemergianmu tiada pengganti......

"TUHAN TOLONG JAGAKAN DIA UNTUK AKU"

Teman Pengganti
Ketawa bersama
Menangis bersama
Ku bersumpah harap kita
Mati pun bersama

Sejak dua menjak ini
Makin kerap ku diganggu visi
Bila celik, juga bila mimpi
Aku nampak kau, tapi bukan aku yang di sisi
Dia membelaimu dengan izin dan permisi
Sentuhan katanya semuanya kau iakan
Sentuhan jari kau diamkan dan biarkan
Aku redha walau tidak ku damba

Walau hampa semuanya dah dijangka
Beberapa purnama dulu cinta bertakhta
Kenangan dibina kita indah belaka
Ketawa bersama, menangis bersama
Ku bersumpah harap kita mati pun bersama
Namun hakikatnya, bukan mudah
Aku sembunyikan gulana-gundah
Segalanya kan berubah
Dengarkan apa yang ku mahu luah

Rahsia ini
Telah lama aku pendamkan
Tiba masanya
Segala-galanya
Kuceritakan

Aku kan pergi
Pergi ku tak akan kembali
Tiba masanya
Kau cari teman pengganti

Dalam dunia yang maya, prejudis dan bias
Kita tak terlepas dari terkena tempias
Rimas, ditindas, sembunyi dalam puisi dan kias
Tidak kau bidas, tak berpaling walau sekilas

Hanya kau yang tahu kodeksku yang kompleks
Dalam disleksia cuba kekal dalam konteks
Bila dunia seolah tak memahami
Kau sudi selami, dalami dan mengalami
Setia mendengar, sentiasa hadiir
Ingat setiap ulangtahun, setiap hari lahir
Tiba pagi syawal, kaulah yang terawal
Syawal yang terakhir ini pasti rasa janggal
70 000 hijab harus kusingkap

Kusorok kitab balik tingkap penjara hinggap
Dalam diam ada, seorang yang kupuja
Kau teristimewa tapi dia yang sempurna

Rahsia ini
Telah lama aku pendamkan
Tiba masanya
Segala-galanya
Kuceritakan
Aku kan pergi
Pergi ku tak akan kembali
Tiba masanya
Kau cari teman pengganti

Sejak dua menjak ini, kumencari fungsi kewujudan
Dalam persekitaran yang penuh kejumudan
Terperangkap dalam jasad, ku keliru
Mujur ada kau si peneutralisasi pilu
Namun aku tetap murung, berkurung
Tubuh makin susut, menunggu tarikh luput
Komplikasi di halaman susuk kiri
Makin sukar nak bernafas, nak bergerak, nak berdiri
Lagu ini yang terakhir aku sajikan
Kalau rindu nanti bolehlah kau nyanyikan
Jaga diri, jangan makan hati
Yang patah kan tumbuh, yang hilang kan berganti
Bilik dah kukemas, katil dah kurapi
Cincin, kunci, dompet dalam laci
Ada sikit wang, itu saja baki
Moga-moga cukup untuk majlis tu nanti

Aku kan pergi
Bertemu kekasih abadi
Tiba masanya
Kau cari teman pengganti


Objek Dunia

bermula suatu epik handalan sang masyur bercerita suka,
perjalan sebuah kembara menuju ke rimba besi nan mustika,
hancur, kotor......
semua ibarat emas di dalam semangkuk rasa,
kenapa itu yang didambakan?
kenapa itu yang perlu di kehadapankan?
sedangkan epik rimba besi adalah suatu permulaan bencana....
debu, asap yang dungu berjalan mengisi setiap zarah cinta,
zarah keabadian keluarga.......
dimana kami mahu tinggal wahai ibu?
rungut si embrio yang belum cukup sifatnya.....
dimana kami mahu berlari?
suara kelinci kecil yang masih di kandung ibunya.....
TUA, NYANYUK......
itulah gelagat dunia kita,
dunia makin tua..makin membilang bongkok di belakangnya...

Mubarak

Bulan kemulian telah kembali rapat dengan kita, hamba yang diciptakan untuk patuh kepada pencipta...
sudahkah kita bersedia untuk menemuinya, bulan keberkatan bulan yang penuh kemanisan iman bagi mereka yang sedia untuk mendakapinya...
Dalam kelalaian melalui setiap jalan yang Dia bentangkan....telah muncul masa untuk aku kembali mendekatinya...
Telah kembali masa untuk berbicara dengan NYA...tentang kebesaran dan kekuasaan NYA......
maafkan aku "TUAN"....aku selalu lupa akan tujuan wujudku, lupa akan tujuan penciptaanku....
aku lalai  mengingatiMU...aku murka setiap suruhMU........
"BERIKAN AKU KEMANISAN AL-MUBARAKMU"

Permulaan Insan


"Dia yang tidak pernah derita itu hanya menghadap separuh kadar,dia yang tidak pernah gagal itu tidak pernah berusaha atau mencari,dia yang tidak pernah menangis itu tidak tahu erti ketawa yang sebenar dan dia yang tidak pernah meragui itu tidak pernah berfikir atau pun bertanya.".........


kadang-kadang aku tersenyum kesorangan dengan kurniaan yang telah dicampakan oleh sang pencinta untuk aku...setelah kesekian jalan yang telah aku lalui, aku jejaki...akhirnya aku menemui segala yang dikatakan sebagai pengorbanan untuk kasih sayang...jika sebelum ini aku terbang dengan layangan angin...melambung dengan ombak kelalaian yang aku pukul sendiri......detik masyghul yang pernah aku lalui sudah aku jemu telah aku cemuh dengan titipan bibirmu.....

jika dulu aku lalai dalam pelukan rindu..kini kasih dan sayangMu kembali memenuhi hati aku........semoga permulaan ini tidak akan menemui titik pulang..titik akhiran sehingga  riwayat aku telah berakhir


Pembuka Segala

Sebelum sang suria kembali berjuang untuk menggembirakan penghuni semesta...
izinkan aku sang marhaen mencoret buat pertama kalinya.....
setelah medan tempat ku meluah telah dilupus haknya
kini aku kembali meluah setiap kisah setiap jeda yang pernah ku lihat dari bebola pinjaman  yang kuasa...
aku juga manusia...ciptaanku hanya dari tanah hitam....

Ada ketika jiwa merasa kosong,walhal sebenarnya di sekeliling kita punya teman yang menemani.Pada seketika waktu,manusia juga perlu bersendirian,tetapi dalam bersendirian kita pula tidak mampu untuk menghadapi.Persoalannya mengapa ia berlaku.Jawapannya kita memerlukan teman untuk menghadapi hari-hari yang penuh dgn kekecewaan.Tetapi apa yang kita tidak sedari ada di kalangan teman yg ada pada kita merasa diri mereka tidak dihargai kerana oleh kerana faktor suasana yang kita hadapi.Walhal kita manusia biasa telah melakukan yg terbaik utk membahagikan keadilan yg sama rata.Ada pula yang mengatakan dalam susah, barulah teman dicari walhal ini adalah lumrah tetapi ada yg tidak nampk kesenangan,keseronokan dan kegembiraan telah sama-sama
dilalui.
Fikirkanlah sejenak,kita manusia biasa memerlukan pendengar yang setia.Percayalah,seseorg teman yang punya masalah peribadi ataupun lain-lain hanya memerlukan pendengar yang setia bagi meluahkan apa yang ada dalam hati.Bukan saja masalah,tetapi kegembiraan dan kesenangan.Siapa lagi kalau bukan teman yang bernama pendengar yang setia.Setianya seorang teman adalah keikhlasan tanpa mengharapkan apa-apa pembalasan.